Langsung ke konten utama

Masa Tahan Digester



image
Digester dari salah satu produsen mesin pabrik kelapa sawit
 
Masa tahan digester (digester retention time) adalah waktu yang diperlukan oleh berondolan rebus untuk berada didalam digester mulai dari masuk hingga keluar dari digester. Masa tahan ini sangat penting untuk menjamin berondolan terlumat dengan baik sehingga pengempaan digested fruit berlangsung dengan baik dengan losis minyak yang minimal di fibre dan biji. Memang pelumatan tidak hanya ditentukan oleh masa tahan digester namun dalam kondisi normal, masa tahan sangat menentukan karena selama proses pengolahan pabrik kelapa sawit berlangsung hanya parameter temperatur saja yang dikontrol oleh operator. Yang lain tidak, karena kecepatan putaran as digester fix / konstan, jumlah pisau pengaduk konstan, kecepatan putaran screw press konstan sehingga operator hanya memperhatikan temperatur saja. Bayangkan jika masa tahan tidak terjamin minimal 15 menit maka proses pengempaan akan menghasilkan losis tinggi di fibre dan biji.
Normalnya putaran as digester 26 rpm dan putaran double screw 10-12 rpm maka yang menentukan masa tahan hanya volume digester. Oleh sebab itu kita harus jeli memilih volume digester dengan kapasitas olah screw press.
Misalkan ukuran digester 3.200 liter = 3.200 kg berondolan rebus = 4.900 kg TBS dan kapasitas screw press 10 ton TBS/jam maka berondolan akan teraduk selama (4.900/10.000) *60 = 29 menit. Dengan demikian berondolan rebus akan terlumat dengan baik, karena pelumatan normal membutuhkan waktu 15 menit.
Namun menentukan waktu adukan normal dapat dilakukan trial dan error, jika realisasi waktu pengadukan di masing – masing pabrik kelapa sawit masih dibawah 29 menit berarti digester masih berfungsi dengan baik.
Namun jika waktu pengadukan lebih dari 29 menit maka perlu dilakukan pemeriksaan terhadap tingkat keausan pisau digester (stirring arm), temperatur kerja dan siku-siku 15 mm yang terpasang di wearing plat digester.
Pastikan sterilized fruit lumat sebelum di kempa dan minyak selalu mengalir dari perforasi bottom plate digester menuju oil gutter.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Proses Perebusan di Vertical Sterilizer

       Gambar kiri Vertical Sterilizer tampak keseluruhan dan sebelah kanan pintu bawah vertical sterilizer sedang mengeluarkan buah matang rebus.   Prinsip proses perebusan buah sawit di vertical sterilizer sama dengan proses perebusan di horizontal sterilizer. Adapun tahapan proses perebusan buah sawit di vertikal sterilizer sbb:

Daya Olah Pabrik Kelapa Sawit

Daya olah pabrik kelapa sawit saat mengolah TBS (tandan buah segar) merupakan jumlah TBS diolah dalam satu satuan waktu. Ada beberapa persepsi muncul tentang jumlah TBS olah dan waktu. Beberapa pabrik menetapkan jumlah parameter TBS olah merupakan Kapasitas terpasang dikali jumlah jam dalam satu hari (Kap. terpasang x 24 jam). Jika pabrik berkapasitas 60 ton TBS/jam, maka daya olah satu hari = 60 ton TBS/jam x 24 jam = 1.440 ton TBS. Jika pabrik sawit mengolah dengan realisasi 1200 ton TBS maka utilitasnya = 1.200/1.400 = 83,3%. Berapa persenkah utilitas pabrik kelapa sawit dikatakan kategori baik? Beberapa pelaku usaha mengatakan 90%, beberapa orang lagi mengatakan 100%, bahkan ada yang cukup hanya 80-85% sudah cukup bagus. Lalu bagaimana jika waktu olah dihitung dalam satuan 1 tahun rencana kerja pabrik? Lalu bagaimana dengan hari libur umum, keagamaan atau libur nasional, apakah juga dihitung dalam menentukan utilitas pabrik kelapa sawit? Jika kita ingin menghitung utilitas maksimal...

Under Flow Sludge flow out

  Gambar CST   Cairan yang masuk ke CST akan membentuk lapisan sesuai fisiknya. Minyak pasti berada pada level teratas, dominan air dilapisan ke dua dan dominan lumpur / sludge dilapisan paling bawah. Sludge ini masih mengandung minyak sawit 5-7 % bahkan jika CST tidak bekerja maksimal kandungan minyak sawit di sludge bisa mencapai > 12 %. Sludge ini secara kontiniu harus dialirkan keluar dari CST ke Sludge Tank untuk di ambil kembali kandungan minyak sawitnya serta menjaga kestabilan pembentukan lapisan minyak di CST.