Langsung ke konten utama

Goresan Pada As Screw Press

As pada mesin screw press di pabrik kelapa sawit memiliki kerja beban berat mengingat menerima tekanan sebesar 50 bar dan kadan beban sering berubah-ubah.

Untuk itu kepresisian pemasangan kembali sangat perlu agar beban dapat terbagi merata diseluruh batang as.
Kepresisian pemasangan as juga penting untuk memperoleh umur teknis bearing yang ekonomis dan tentunya minim stagnasi. Oleh sebab itu pemasangan bearing pada as harus baik dan tidak boleh sembarangan.

Umumnya jika terjadi kerusakan pada as akibat bearing pecah umumnya terdapat goresan pada as, dalam hal ini as belum patah, maka pemasangan as harus dibubut terlebih dahulu agar diperoleh permukaan yang lebih baik. Pembubutan as juga didahului dengan penimbunan kembali (rebuild) untuk memperoleh bidang duduk bearing yang baik.
Perhatikan permukaan as dan jangan buru-buru memasang bearing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Proses Perebusan di Vertical Sterilizer

       Gambar kiri Vertical Sterilizer tampak keseluruhan dan sebelah kanan pintu bawah vertical sterilizer sedang mengeluarkan buah matang rebus.   Prinsip proses perebusan buah sawit di vertical sterilizer sama dengan proses perebusan di horizontal sterilizer. Adapun tahapan proses perebusan buah sawit di vertikal sterilizer sbb:

Under Flow Sludge flow out

  Gambar CST   Cairan yang masuk ke CST akan membentuk lapisan sesuai fisiknya. Minyak pasti berada pada level teratas, dominan air dilapisan ke dua dan dominan lumpur / sludge dilapisan paling bawah. Sludge ini masih mengandung minyak sawit 5-7 % bahkan jika CST tidak bekerja maksimal kandungan minyak sawit di sludge bisa mencapai > 12 %. Sludge ini secara kontiniu harus dialirkan keluar dari CST ke Sludge Tank untuk di ambil kembali kandungan minyak sawitnya serta menjaga kestabilan pembentukan lapisan minyak di CST.

Daya Olah Pabrik Kelapa Sawit

Daya olah pabrik kelapa sawit saat mengolah TBS (tandan buah segar) merupakan jumlah TBS diolah dalam satu satuan waktu. Ada beberapa persepsi muncul tentang jumlah TBS olah dan waktu. Beberapa pabrik menetapkan jumlah parameter TBS olah merupakan Kapasitas terpasang dikali jumlah jam dalam satu hari (Kap. terpasang x 24 jam). Jika pabrik berkapasitas 60 ton TBS/jam, maka daya olah satu hari = 60 ton TBS/jam x 24 jam = 1.440 ton TBS. Jika pabrik sawit mengolah dengan realisasi 1200 ton TBS maka utilitasnya = 1.200/1.400 = 83,3%. Berapa persenkah utilitas pabrik kelapa sawit dikatakan kategori baik? Beberapa pelaku usaha mengatakan 90%, beberapa orang lagi mengatakan 100%, bahkan ada yang cukup hanya 80-85% sudah cukup bagus. Lalu bagaimana jika waktu olah dihitung dalam satuan 1 tahun rencana kerja pabrik? Lalu bagaimana dengan hari libur umum, keagamaan atau libur nasional, apakah juga dihitung dalam menentukan utilitas pabrik kelapa sawit? Jika kita ingin menghitung utilitas maksimal...